Gunung
Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, sudah empat kali erupsi disertai abu
vulkanik pada hari ini, Ahad (10/11). Dampak erupsi, sejumlah wilayah di
sekitar Gunung Sinabung tertutup abu vulkanik.
Erupsi pertama terjadi pukul 05.00 WIB, dengan lontaran lava pijar setinggi 200-300 meter. Aliran lava bergerak ke arah tenggara dari lereng sejauh 200 meter.
Selanjutnya, erupsi terjadi kembali pukul 07.16 WIB dengan bumbungan abu vulkanik setinggi 4 ribu meter ke arah barat daya dan selatan. Sedangkan awan panas bergerak ke arah tenggara sejauh 1.000 meter.
Erupsi ketiga terjadi pukul 08.32 WIB, dengan letupan abu vulkanik setinggi satu kilometer ke arah barat daya dan selatan. Sementara awan panas bergerak ke arah tenggara sejauh satu kilometer dengan lama erupsi sekitar 359 detik.
Erupsi terakhir terjadi pukul 08.55 WIB, dengan ketingian abu vulkanik satu kilometer dan lama erupsi sekitar 281 detik. Awan panas bergerak ke arah tenggara sekitar 500 meter.
Saat ini, status Gunung Sinabung masih siaga level III. Pemerintah Kota Karo memperpanjang mas atanggap darurat hingga 16 November.
Erupsi pertama terjadi pukul 05.00 WIB, dengan lontaran lava pijar setinggi 200-300 meter. Aliran lava bergerak ke arah tenggara dari lereng sejauh 200 meter.
Selanjutnya, erupsi terjadi kembali pukul 07.16 WIB dengan bumbungan abu vulkanik setinggi 4 ribu meter ke arah barat daya dan selatan. Sedangkan awan panas bergerak ke arah tenggara sejauh 1.000 meter.
Erupsi ketiga terjadi pukul 08.32 WIB, dengan letupan abu vulkanik setinggi satu kilometer ke arah barat daya dan selatan. Sementara awan panas bergerak ke arah tenggara sejauh satu kilometer dengan lama erupsi sekitar 359 detik.
Erupsi terakhir terjadi pukul 08.55 WIB, dengan ketingian abu vulkanik satu kilometer dan lama erupsi sekitar 281 detik. Awan panas bergerak ke arah tenggara sekitar 500 meter.
Saat ini, status Gunung Sinabung masih siaga level III. Pemerintah Kota Karo memperpanjang mas atanggap darurat hingga 16 November.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar