Telusuri

Minggu, 16 Februari 2014

Banjir Jakarta



Banjir Jakarta yang terjadi 17 Januari 2013 bisa dikatakan sebagai bencana banjir paling fenomenal tahun itu.

Banjir Jakarta terjadi akibat paduan beragam faktor. Dari sisi meteorologi, beberapa hari sebelum banjir, hujan mengguyur wilayah Jakarta dan merata, mencapai intensitas 40 - 100 mm. Hujan yang merata mengakibatkan volume air yang menggenang besar.

Besarnya volume air mungkin bisa ditampung bila faktor-faktor lain, seperti sistem drainase, situ yang berfungsi baik, dan tata kota, mendukung.

Sayangnya, kejadiannya tak demikian. Tata kota Jakarta parah, situ tak berfungsi baik, sementara drainase Jakarta juga buruk. Akibatnya, volume air yang menggenang besar, bahkan menjebol tanggul.

Banjir terjadi di wilayah yang cukup luas, bahkan kawasan Bundaran Hotel Indonesia dan Menteng pun terendam. Dari bencana bajir ini, setidaknya 20 orang tewas.

Bantuan pun berdatangan dari berbagai pihak baik itu pemerintah, para pelaku usaha, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), politisi dan organisasi-organisasi kemasyarakatan yang ada. Solidaritas terhadap korban banjir di Jakarta juga datang dari sekumpulan mahasiswa yang tergabung dalam Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) se-DKI Jakarta.
Para anggota organisasi ini menyumbang bahan makan cepat saji seperti, mi instan, makanan ringan, air mineral, pakaian dan selimut kapada para korban. Pendistribusian logistik tersebut disalurkan ke titik banjir.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar