Banjir Jakarta yang terjadi 17 Januari 2013 bisa dikatakan
sebagai bencana banjir paling fenomenal tahun itu.
Banjir Jakarta terjadi akibat paduan beragam faktor. Dari
sisi meteorologi, beberapa hari sebelum banjir, hujan mengguyur wilayah Jakarta
dan merata, mencapai intensitas 40 - 100 mm. Hujan yang merata mengakibatkan
volume air yang menggenang besar.
Besarnya volume air mungkin bisa ditampung bila
faktor-faktor lain, seperti sistem drainase, situ yang berfungsi baik, dan tata
kota, mendukung.
Sayangnya, kejadiannya tak demikian. Tata kota Jakarta
parah, situ tak berfungsi baik, sementara drainase Jakarta juga buruk.
Akibatnya, volume air yang menggenang besar, bahkan menjebol tanggul.
Banjir terjadi di wilayah yang cukup luas, bahkan kawasan
Bundaran Hotel Indonesia dan Menteng pun terendam. Dari bencana bajir ini,
setidaknya 20 orang tewas.
Bantuan pun berdatangan dari berbagai pihak baik itu pemerintah,
para pelaku usaha, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), politisi dan
organisasi-organisasi kemasyarakatan yang ada. Solidaritas terhadap korban
banjir di Jakarta juga datang dari sekumpulan mahasiswa yang tergabung dalam
Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) se-DKI Jakarta.
Para
anggota organisasi ini menyumbang bahan makan cepat saji seperti, mi instan,
makanan ringan, air mineral, pakaian dan selimut kapada para korban.
Pendistribusian logistik tersebut disalurkan ke titik banjir.
Keishawinnie 8I / 16 http://www.allyoucanshare.blogspot.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar